Gabung grup Telegram Nobarin untuk info rilis terbaru —t.me/Nobarinlk21

The Odyssey (2026)

The Odyssey

Petualangan, Aksi, Fantasi

Rating TMDB: ★ 7.8/10 (689 suara)

Sutradara: Christopher Nolan

Pemeran: Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Himesh Patel, John Leguizamo, Charlize Theron, Travis Scott

Ulasan

Rasa takjub langsung datang waktu kredit penutup muncul di layar, seolah film baru selesai bicara lewat visual dan atmosfernya yang berat sebelah antara megah dan suram. Christopher Nolan memang langganan pamer skala besar, dan di The Odyssey—dengan Matt Damon sebagai Odysseus, Tom Holland dan Anne Hathaway ikut memberi nyawa karakter—ambisi terasa di tiap frame, dari pulau-pulau misterius sampai lautan mitos penuh badai dan keanehan. Tapi justru dari besarnya visi itu, film ini kadang terperangkap dalam keteraturan Nolan yang sangat hati-hati: semuanya tampak sangat rapi, tapi kadang kehilangan spontanitas liar yang seharusnya menghidupkan kisah pengembaraan Yunani Kuno. Dari segi tampilan visual, jelas Nolan tak main-main. Adegan-adegan dengan Polyphemus dan para Siren, misalnya, tampil monumental dan imajinatif, memperlihatkan desain makhluk mitologis yang jauh dari terkesan murahan. Setiap detil laut, gua, atau lokasi magis menyampaikan rasa “jauh dari dunia modern”, yang begitu cocok untuk napas cerita. Hanya saja, rasa kagum pada pengemasan dunia seringkali menenggelamkan emosi karakter. Damon bermain cukup nyentrik sebagai Odysseus yang keras kepala dan rapuh, tapi dialog yang banyak berkutat dengan dilema moral terasa kaku. Chemistry dengan Anne Hathaway (memerankan Circe) lumayan hidup, tapi tetap saja semacam jarak emosi sulit dihilangkan; penonton seperti terus melihat dari balik kaca tebal. Film ini tetap punya momen-momen menegangkan dan membekas; Nolan memang tak pernah gagal menciptakan suspense intens lewat ritme editing dan musik yang menekan. Pada babak kedua, waktu perjalanan Odysseus mulai terasa tak berujung, nuansa pesimistik menonjol, dan penonton dipaksa kurang nyaman dengan pilihan-pilihan sulit yang dia ambil. Namun, kadang narasi terlalu sibuk mengejar tema berat tentang pengorbanan, ego, dan takdir, sehingga dinamika petualangan malah kurang eksplosif. Fantasi dalam film ini cenderung tertahan, tidak liar seperti epik Yunani aslinya, mungkin demi jaga tone serius ala Nolan. Beberapa penonton bisa jadi merasa kehilangan daya magis yang biasanya keluar dari mitologi kuno. Robert Pattinson dan Himesh Patel memberikan warna tambahan, meski peran mereka lebih jadi penyeimbang alur daripada pembawa kejutan. Begitu juga scoring-nya, yang intens dan megah tapi terkadang terlalu dominan, mengancam dialog dialog yang seharusnya jadi detak cerita. Satu hal yang tetap menempel adalah perasaan lelah dan lega sekaligus—sense of journey terasa, walau tidak memberi ruang banyak untuk bernafas di tengah. Bagi pencinta visual dan perenungan tema besar, The Odyssey jelas suguhan menarik yang monumental. Tapi, untuk yang butuh petualangan liar dengan emosi spontan dan magis ala Yunani kuna, mungkin harus rela menerima perjalanan ini lebih sebagai mahakarya Nolan daripada dongeng liar penuh fantasi. Serial ini tetap layak nonton, apalagi jika suka eksplorasi visual dan ketegangan khas Nolan, meski rasanya seperti diajak berlayar dengan kapal besi yang kokoh—bukan perahu tua yang siap karam di samudra imajinasi liar.

Judul Lain