Other Mommy (2026)

Kengerian
Sutradara: Rob Savage
Pemeran: Jessica Chastain, Arabella Olivia Clark, Jay Duplass, Dichen Lachman, Arian Moayed, Karen Allen, Sean Kaufman, Adam Silver
Ulasan
Jessica Chastain biasanya dikenal sebagai aktris yang mampu menghidupkan karakter paling kompleks sekalipun dengan intensitas luar biasa, namun penampilannya dalam Other Mommy arahan sutradara Rob Savage ini justru menjadi titik awal dari runtuhnya seluruh presentasi film ini. Chastain tampak kebingungan di sepanjang durasi film karena ia harus berhadapan dengan naskah yang sangat dangkal sehingga karakternya terasa seperti karikatur tanpa motivasi yang jelas. Kehadiran Arabella Olivia Clark sebagai lawan mainnya juga tidak banyak membantu situasi karena interaksi di antara mereka berdua terasa sangat canggung dan kaku, seolah-olah mereka sedang membaca baris dialog dari layar arahan di belakang kamera alih-alih berakting secara organik. Kegagalan performa ini semakin diperparah oleh kehadiran Jay Duplass dan Dichen Lachman yang sepertinya dipasang hanya sebagai pemanis tanpa diberikan ruang berkembang yang cukup untuk menyelamatkan narasi yang sejak awal sudah kehilangan arah. Sutradara Rob Savage yang sebelumnya sempat dipuji berkat kemampuannya menciptakan ketegangan dalam ruang terbatas kini justru kehilangan taringnya sama sekali dalam proyek ambisius yang kosong ini. Upayanya untuk mengeksplorasi kengerian psikologis dalam dinamika keluarga baru malah berakhir menjadi tumpukan adegan klise yang tidak menakutkan sama sekali karena alur ceritanya terus berputar-putar tanpa ada resolusi yang memuaskan. Penonton dipaksa untuk menyaksikan rangkaian teror yang terasa repetitif dan murahan tanpa adanya penjelasan logis yang mendukung perkembangan konflik utama. Arian Moayed yang biasanya tampil karismatik pun di sini terlihat sangat sia-sia karena perannya dibatasi oleh penyutradaraan yang buruk dan penyuntingan gambar yang sangat berantakan dari awal hingga akhir film. Ketiadaan ketegangan yang nyata membuat atmosfer horor yang ingin dibangun sejak menit pertama langsung runtuh begitu saja tanpa menyisakan kesan mendalam bagi penonton. Setiap kali film ini mencoba membangun momen menakutkan, penonton justru disuguhi oleh efek suara yang berlebihan dan trik kamera murahan yang tidak lagi efektif untuk standar perfilman modern saat ini. Keputusan kreatif Savage untuk menggunakan pencahayaan yang terlalu gelap di hampir sebagian besar adegan penting juga sangat mengganggu kenyamanan menonton karena kita kesulitan melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi di layar. Semua elemen buruk ini menyatu menjadi sebuah bencana sinematik yang luar biasa membosankan sehingga sangat sulit untuk menemukan satu pun poin penebus kesalahan dari karya ini. Pada akhirnya, proyek ini menjadi noda hitam dalam filmografi para pemeran berbakat yang terlibat di dalamnya sekaligus membuktikan bahwa konsep horor yang menjanjikan bisa hancur total di tangan sutradara yang kehilangan visi kreatifnya.




